KEMDIKTISAINTEK LUNCURKAN REFORMASI TATA KELOLA JURNAL NASIONAL: AKSELERASI REPUTASI GLOBAL MELALUI PROGRAM RINJANI DAN PLATFORM INTEGRITAS

22 May 2026 admin
KEMDIKTISAINTEK LUNCURKAN REFORMASI TATA KELOLA JURNAL NASIONAL: AKSELERASI REPUTASI GLOBAL MELALUI PROGRAM RINJANI DAN PLATFORM INTEGRITAS

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi resmi menggulirkan transformasi besar-besaran dalam sistem, tata kelola, dan kebijakan jurnal ilmiah nasional. Kebijakan strategis ini dirancang untuk menjawab tantangan kualitas, memperbaiki tata kelola, serta meningkatkan visibilitas dan dampak sitasi jurnal Indonesia di kancah internasional.

Secara kuantitas, Indonesia saat ini memimpin di Asia Tenggara dengan memiliki 310 jurnal yang terindeks Scopus, unggul dari Singapura (288 jurnal), Malaysia (137 jurnal), dan Thailand (101 jurnal). Kendati demikian, publikasi ilmiah nasional dinilai belum kompetitif dalam hal dampak global karena mayoritas (58,3%) masih berada di peringkat kuartil Q3 dan Q4.

Guna membangun kedaulatan intelektual dan mendorong jurnal Indonesia menembus puncak reputasi global (Kuartil 1/Q1), Kemdiktisaintek meluncurkan beberapa program dan pembaruan regulasi penting, di antaranya:

1. Pembaruan Regulasi dan Ketegasan Akreditasi Pemerintah tengah melakukan perbaikan regulasi fundamental, meliputi Revisi Permen No. 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah serta penyesuaian Kepdirjen Nomor 134 Tahun 2021 tentang Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah. Guna memastikan proses penilaian berjalan objektif, Kemdiktisaintek membuka rekrutmen penilai baru (Call for Assessors) yang mengutamakan sikap tegas dan berani.

2. Sinkronisasi Sistem Publikasi dan Repositori Terpadu Sistem tata kelola akan diperkuat melalui integrasi dan sinkronisasi berbagai portal publikasi ilmiah nasional, yaitu ARJUNA, GARUDA, SINTA, dan platform integritas akademik ANJANI. Selain itu, pemerintah menyiapkan Sistem Repositori Akses Terpadu Jurnal Sains dan Teknologi bernama Suryakanta serta mengevaluasi kembali langganan database global seperti Scopus, Web of Science (WoS), dan SciVal.

3. Program Akselerasi RINJANI menuju Q1 Melalui program RINJANI (Akselerasi Peningkatan Reputasi Internasional Jurnal Ilmiah Indonesia), Kemdiktisaintek memberikan fasilitasi intensif bagi perguruan tinggi untuk menaikkan peringkat jurnal binaan mereka. Upaya ini mulai menunjukkan hasil positif; sebanyak 32,3% jurnal perguruan tinggi Indonesia tercatat berhasil naik ke peringkat Kuartil 1 (Q1) pada Scimago Journal Rank dalam periode evaluasi terakhir.

Berdasarkan analisis progresivitas keilmuan, bidang Ilmu Sosial menunjukkan kontribusi peningkatan paling signifikan terhadap pertumbuhan jurnal Q1 nasional sebesar 86,21%. Sementara itu, bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) yang saat ini memiliki porsi jurnal terindeks Scopus terbesar (120 jurnal) masih menghadapi tantangan besar karena jumlah jurnal yang berstatus Q1 masih relatif sedikit. Di sisi lain, bidang multidisiplin dilaporkan cenderung stagnan.

Melalui komitmen penataan manajemen, peningkatan kapasitas SDM, dan peluncuran kebijakan "Indonesia Akses Tunggal – Langganan Jurnal #SATU", pemerintah optimis martabat sains dan teknologi nasional akan terangkat secara terhormat di mata masyarakat dunia

admin

Penulis & Editor

Berita Terkait